METODE
DEMONSTRASI
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................... ii
DAFTAR ISI......................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................... 1
A. Latar Belakang............................................................................ 1
B. Rumusan Masalah....................................................................... 1
C. Tujuan.......................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Metode Demonstrasi ................................................ 2
B.
Langkah
langkah Metode Demonstrasi....................................... 3
C.
Kelebihan
dan kekurangan Metode Demonstrasi....................... 6
D.
Cara
mengatasi kekurangan Pengembangan dalam PAI............. 8
BAB III PENUTUP.......................................................................... 10
A. Kesimpulan............................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang
Proses pembelajaran di
sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh pemilihan metode pembelajaran yang
digunakan oleh guru. Guru harus dapat memilih metode pembelajaran yang tepat
yang sesuai dengan materi pembelajaran yang disampaikan. Kurang tepatnya metode
pembelajaran yang diterapkan oleh guru dapat berakibat fatal pada pencapaian
tujuan pembelajaran.
Dalam mengajar guru harus
mengetahui tentang kriteria dalam menggunakan metode mengajar sehingga ia akan
lebih muda dalam memilih metode. Pemilihan metode mengajar ini disesuaikan
dengan bahan pelajaran, situasi, kondisi dan lainnya. Kegiatan belajar merupakan
kegiatan yang kompleks. Mengingta kegiatan belajar mengajar merupakakn kegiatan
yang kompleks, maka tidak mungkin menunjukan dan menyimpulkan bahwa metode
belajar tertentu lebih unggul dari pada metode yang lain, terutama metode
demonstrasi.
B.
Rumusan
masalah
1.
Apa Pengertian Metode Demonstrasi?
2. Apa
Langkah langkah Metode Demonstrasi?
3. Apa
saja Kelebihan dan kekurangan Metode
Demonstrasi?
4. Bagaimana Cara mengatasi
kekurangandan Pengembangan dalam PAI?
C. Tujuan
permasalahan
1. Mengetahui
Pengertian
Metode Demonstrasi.
2. Memahami
Langkah langkah Metode
Demonstrasi.
3. Memahami Apa
saja Kelebihan dan kekurangan Metode
Demonstrasi.
4.
Memahami
Bagaimana Cara mengatasi kekurangandan
Pengembangan dalam PAI.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
METODE DEMONSTRASI
istilah
demonstrasi dalam pengajaran di pakai untuk menggambar kan suatu cara mengajar
yang pada umum nya penjelasan verbal dengan suatu kerja fisik atau pengoprasian
peralatan barang atau benda. Kerja fisik itu telah dilakukan atau di coba lebih
dahulu sebelum didemonstrasikan. Orang yang mendemonstrasikan ( pendidik,
peserta didik atau orang luar ) mempertunjukan sambil menjelas kan tentang
sesuatu yang didemonstrasi kan.
Dalam
mengajar kan praktek-praktek agama, Nabi Muhammad sebagai pendidik agung banyak
mempergunakan metode ini. Seperti mengajarkan cara wudhu, shalat, haji dan lain
sebagainya. Seluruh cara-cara yang di praktekan oleh Nabi Muhammad, kemudian
baru di kerjakan oleh umatnya.
Dalam
suatu hadist pernah Nabi menerangkan pada umatnya; Sabda Rosulullah S.a.w :
Sembahyang lah kamu sebagai mana kamu
lihat aku sembahyang.( H.R.Bukhari ).[1]
Metode
demonstrasi adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas
suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan ssesuatu kepada
anak didik.
Memperjelas
pengertian tersebut dalam praketeknya dapat dilakukan oleh guru itu sendiri
atau langsung oleh anak itu didik.[2]
B.
LANGKAH
LANGKAH METODE DEMONSTRASI
Dalam
pelaksanaan pada mata pelajaran umum, misalnya memperlihatkan cara bekerjanya
sebuah alat pencuci pakaian yang otomatis,sebuah mesin tenun,satu unit
percetakan, dan sebaigainya. Jadi dengan memperlihatkan cara bekerjanya
sesuatu,atau cara berlangsungnya sesuatu,termasuk ibadat, dan sebagainya[3]
Dengan
metode demonstrasi guru atau murid memperlihatkan pada seluruh anggota kelas
sesuatu proses, misalnya bagaimana cara sholat yang sesuai dengan ajaran dan
contoh rasulullah saw. Sebaiknya dalam mendemonstrasikan pelajaran tersebut
guru lebih dahulu mendemostrasikan yang sebaik baiknya, lalu murid ikut serta
mempratikan sesuia dengan petunjuk.[4]
Metode
demonstrasi merupakan metode mengajar yang sangat efektif untuk menolong siswa
mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti :
1. Bagaimana
cara membuatnya?
2. Terdiri
dari bahan apa?
3. Bagaimana
cara mengaturnya?
4. Bagaimana
proses bekerjanya?
5. Bagaimana
proses mengerjakannya
Demonstrasi
sebagai metode mengajar adalah bahwa seorang guru, atau seorang demonstrator (
orang luar yang sengaja diminta), atau seorang siswa memperlihatkan kepada
seluruh kelas suatu proses,misalnya bekerjanya suatu alat pencuci otomatis,
cara membuat kue, dan sebagainya.[5]
Apa
bila teori menjalankan shalat yang betuk dan baik telah dimiliki oelh anak
didik, maka guru harus mencoba mendemonstrasikan di depan murid. Atau dapat
juga dilakukan oleh guru, guru memilih seorang murid yang terampil, kemudian
dibawah bimbingan guru suruh murid mendemonstrasikan cara shalat yang baik di
depan teman temannya yang lain.
Ada
saat anak didik mendemostrasikan shalat , guru harus mengamati langkah demi
langkah dari setiap gerak gerik anak muri tersebut,kalau ada segi segi yang
kurang, guru berkewajiban memperbaikinya guru memberi contoh lagi tentang
pelaksanaan yang baik dan betul pada bagian bagian yang masih dianggap kurang
baik.[6]
Metode
ini baik sekali dipraktekkan oleh guru (khususnya guru-guru agama) didalam
mengajar,karena akan sangat menarik perhatian bagi murid-murid,penyampaian
pelajaran dapat dirasakan dengan segenap anggota tubuh meliputi kepribadian
individualitas masing-masing yang hidup dan aktif,lagi merupakan peragaan
interest sekali, hingga kesannya itu menjadi tersimpan lama/terbayang pada
ingatan para murid, mereka tidak terlalu memeras otak saja,atau
terkantuk-kantuk mendengar ceramah dari seorang guru.
Menyajikan
pelajaran melaui metode ini,maka murid menjadi tergerak hatinya,dan nalurinya
hendak berpartisipasi dapat tersalurkan secara wajar,mereka megikutinya dengan seksama
sepenuh hati dan amat teliti.[7]
Suatu
demonstrasi yang baik membutuhkan persiapan yang teliti dan cermat.Sejauh mana
persiapan itu dilakukan amat banyak tergantung kepada pengalaman yang telah di
lalui dan kepada macam atau demonstrasi
apa yang ingin disajikan. Secara umum dapat di jabarkan bahwa demostrasi yang
baik memerlukan beberapa hal, diantara nya ialah sebagai berikut;
1) Perumusan
tujuan intraksional khusus yang jelas, meliputi beberapa aspek, sehingga dapat
diharapkan peserta didik itu akan dapat melaksanakan kegiatan yang
didemonstrasikan itu setelah pertemuan berakhir. Untuk itu hendaknya pendidik
mempertimbangkan :
a. Apakah
metode itu wajar pergunakan dan merupakan cara paling efektif untuk mencapai
tujuan intruksional khusus tersebut.
b. Apakah
alat-alat yang di perlukan itu mudah diperoleh dan sudah dibacakan terlebih
dahulu atau apakah kegiatan-kegiatan fisik
biasa dilakukan dan telah di latih kembali sebelum demonstrasi di
lakukan.
c. Apakah
jumlah peserta didik tidak terlalu besar yang memerlukan tempat dan tata ruang
khususagar semua peserta didik dfapar berpartisipasi secara aktif.
2)
Menetapkan garis besar langkah-langkah demostrasi yang
akan dilaksanakan. Dan sebaliknya sebelum demonstrasi, pendidik sudah
mencobakannya terlebih dahulu agar demostrasi itu gagal pada waktunya. Ada
beberapa pertanyaan di bawah ini yang dapat mengarahkan pendidik, diantara :
a.
Apakah anda
terbiasa atau memahami benar terhadap semua langkah-langkah atau tahap-tahap
dari demonstrasi yang akan dilakukan.
b.Apakah
anda mempunyai pengalaman yang cukup untuk menjelaskan setiap langkah
demonstrasi itu.
c.
Apakah anda
tidak membutuhkan latihan lanjutan untuk menguasai demonstrasi tersebut.
3)
Selama
demonstrasi berlangsung anda dapat mempertanyakan pada diri sendiri apakah :
a.
Keterangan-keterangan itu dapat di dengar
jelas oleh peserta didik.
b.Kedudukan
alat atau kedudukan anda sudah cukup baik sehingga semua peserta didik dapat
melihatnya dengan jelas.
c. Terdapat
cukup waktu dan kesempatan untuk membuat catatan seperlunya bagi peserta didik.
4)
Mempertimbangkan
penggunaan alat bantu pengajaran lain nya,sesuai dengan luasan makna dan isi
dari demonstrasi. Untuk itu dapat anda
pertanyakan hal-hal berikut :
a. Adakah
anda menyimpulkan kegiatan dari setiap langkah pokok demonstrasi itu di papan
tulis.
b. Bagai
maana dan kapananda melakukan hal-hal itu., sebelum sesudah atau selama
demonstrasi itu berlangsung.
5) Menetap
kan rencana untuk menilai kemajuan peserta didik.Sering kali perlu terlebih
dahulu dilakukan diskusi-diskusi dan peserta didik mempercobakan kembali atau
mengadakan demonstrasi ulang untuk memperoleh kecekatan yang lebih baik.
C.
KELEBIHAN
DAN KEKURANGAN METODE DEMONSTRASI
Demonstrasi
dan eksperimen sebenarnya adalah dua macam metode yang sering pula dijadikan
dalam satu nama saja;yang keduanya adalah berbeda tetapi banyak persamaan serta
berhubungan yang sangat erat.
Demonstrasi
tekanannya lebih berat pada memperlihatkan (show) tentang proses
berjalan/berlangsung sesuatu,mereka hanya melihat dan memperlihatkan,mengamati
dengan teliti.[8]
Beberapa
keuntungan atau kebaikan dalam metode demonstrasi antara lain :
1. Perhatian
anak didik dapat dipusatkan, dan titik
berat yang dianggap penting oleh guru dapat diamati secara tajam.
2. Perhatian
anak didik akan lebih terpusat kepada apa yang didemonstrasikan, jadi proses belajar anak didik akan lebih terarah
dan akan mengurangi perhatian anak didik kepada masalah lain.
3. Apabila
anak didik ikut aktif dalam sesuatu percobaan yang bersifat demonstratif, maka
mereka akan memperoleh pengalaman yang melekat pada jiwanya dan ini berguna
dalam pengembangan kecakapan.[9]
4. Perhatian
siswa dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh pengajar
sehingga siswa dapat menangkap hal-hal yang penting.pehatian siswa lebih mudah
dipusatkan kepada proses belajar dan tidsk tertuju kepada hal lain.
5. Dapat
mengurangi kesalahan-kesalahan bila dibandingkan dengan hanya membaca atau
mendengarkan keterangan guru. Sebab siswa memperoleh presepsi yang jelas dari
hasil pengamatannya.
6. Beberapa
masalah yang menimbulkan pertanyaan siswa akan dapat dijawab waktu mengamati
proses demonstrasi
Setelah
melihat beberapa keuntungan dari metode demonstrasi, maka dalam bidang study
agama, banyak yang dapat didemonstrasikan, terutanma dalam bidang pelaksanaan
obadat, seperi pelaksanaan shalat, zakat, rukun haji, dll[10]
KEKURANGAN:
- Dapat menimbulkan berpikir konkret saja;
- Bila jumlah siswa banyak, efektivitas demonstrasi sulit dicapai;
- Bergantung pada alat bantu;
- Bila tidak sistematis, demonstrasi tidak berhasil;
- Banyak siswa yang kurang berani. Dapat menimbulkan berpikir konkret saja;
- Bila jumlah siswa banyak, efektivitas demonstrasi sulit dicapai;
- Bergantung pada alat bantu;
- Bila tidak sistematis, demonstrasi tidak berhasil;
- Banyak siswa yang kurang berani.[11]
D.
CARA
MENGATASI KEKURANGAN DAN PENGEMBANGAN NYA DI PEMBELAJARAN PAI
Tindakan
mengamati segi segi yang kurang baik lalu memperbaikinya, akan memberi kesan
terhadap dalam diri anak didik, karena guru berati telah memberi pengalaman
kepada anak didik, bagi anka didik yang menjalankan demonstrasikan ataupun bagi
yang menyaksikan. Dengan tambahan pengalaman ini akan menjadi dasar pengembangan kecakapan dan ketreampilan dari
anak didik yang kita asuh.[12]
Jadi
metode ini merupakan cara yang sangat serasi untuk dilaksanakan. Dalam
pelaksanaanya, guru perlu lebih dulu menjelaskan tertib urutan-urutan langkah
yang mesti dilakukan dalam demonstrasi itu, misalnya berwudhu. Kemudian
murid-murid itu disuruh mengulangi kembali sesuatu apa yang telah
didemonstrasikan itu.
Jika
terdapat kesalahan/ kekurangan atau penyimpangan segera diperbaiki/dibetulkan.
Semestinya pula sebelum demonstrasi dilaksanakan, seyogiannya para murid telah
memahami tentang dasar-dasar atau materi dari bahan-bahan pelajaran tersebut
secara garis besarnya, yang dijelaskan melaui metode-metode lain seperti
ceramah,tanya jawab, dan sebagainya.[13]
Cara
mengatasi kelemahan metode demonstrasi antara lain:
1. Guru
harus terampil dalam melakukan demonstrasi
2. Melengkapi
sumber alat dan media untuk melakukan metode demonstrasi.
3. Mengatur
waktu sebaik mungkin.
4. Membuat
rancangan serta persiapan sebaik mungkin.[14]
Demonstrasi
sebagai metode mengajar ialah dengan jalan guru atau orang lain dan dapat pula
dengan seorang/atau beberapa murid memperlihatkan kepada semua murid-murid di
dalam kelas tentang sesuatu proses, misalnya bagaimana berlangsungnya sesuatu,
atau bagaimana melaksanakan suatu ibadah, seperti manasik haji, gerakan-gerakan
yang benar dalam shalat, sembhayang 2 hari raya,shalat jenazah, dan lain-lain.[15]
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Metode
demonstrasi adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas
suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan ssesuatu kepada
anak didik. Demonstrasi dan eksperimen sebenarnya adalah dua macam metode yang
sering pula dijadikan dalam satu nama saja;yang keduanya adalah berbeda tetapi
banyak persamaan serta berhubungan yang sangat erat.
Dengan
metode demonstrasi guru atau murid memperlihatkan pada seluruh anggota kelas
sesuatu proses, misalnya bagaimana cara sholat yang sesuai dengan ajaran dan
contoh rasulullah saw. Sebaiknya dalam mendemonstrasikan pelajaran tersebut
guru lebih dahulu mendemostrasikan yang sebaik baiknya, lalu murid ikut serta
mempratikan sesuia dengan petunjuk
DAFTAR PUSTAKA
hasibuan,moedjiono,proses belajar mengajar,rosdakarya: bandung, 2002.
Ramayulis,
metodologi pendidikan agama islam,
Kalam mulia: jakarta, 2005.
Yusuf
tayar, Ilmu Praktek mengajar:Metodik
khusus pengajaran agama,al maarif : Bandung, 1986.
Zakiah
daradjat, metodik kusus ajaran islam,
bumi aksara: jakarta 2004.
Written By Bapak Rinoto, http://ptkcontoh.blogspot.com/2014/02/kelebihan-dan-kekurangan-metode.html. rabu , 18 maret 2015 17:00
Dona
agus setiawan, http://sdn2-ketro.blogspot.com/2011/02/metode-pembelajaran-ceramah-tanya-jawab.html. rabu , 18 maret 2015 17:00
[1]
Ramayulis, metodologi pendidikan agama islam, kalam mulia, (kalam
mulia:jakarta, 2005), hlm 43
[2] Yusuf
tayar, Ilmu Praktek mengajar: Metodik khusus pengajaran agama,(al maarif :
Bandung ,1986),hlm.56 .
[3]
Tayar yusuf, Loc. Cit.
[4] Zakiah
daradjat, , Loc. Cit.
[5]
Hasibuan,moedjiono,proses belajar mengajar,(rosdakarya:bandung, 2002), hlm.29
[6] Zakiah
daradjat,Op.cit., 297
[7] Tayar
yusuf, , Op.Cit.hlm57
[8] Ibid,
57.
[9] Zakiah
daradjat , Loc. Cit.
[10]
Hasibuan moedjono, Op.Cit.,297
[11] Written By Bapak Rinoto, http://ptkcontoh.blogspot.com/2014/02/kelebihan-dan-kekurangan-metode.html.
rabu , 18 maret 2015 17:00
[12] Zakiah
daradjat, Loc. Cit
[13] Tayar
yusuf, , Loc. Cit
[14] Dona
agus setiawan, http://sdn2-ketro.blogspot.com/2011/02/metode-pembelajaran-ceramah-tanya-jawab.html.
rabu , 18 maret 2015 17:00
[15] Zakiah
daradjat, metodik kusus ajaran islam, (bumi aksara, jakrta 2004), hal,296
No comments:
Post a Comment