Wednesday, 10 June 2015

KEDUDUKAN DAN PRINSIP-PRINSIP METODE PEMBELAJARAN PAI



KEDUDUKAN DAN PRINSIP-PRINSIP METODE PEMBELAJARAN PAI

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Metode dalam pendidikan Islam mempunyai peranan penting dalam mewujudkan tujuan-tujuan yang diciptakan bersama. Karena itu metode menjadi sebuah sarana yang bermakna dalam menyajikan pelajaran, sehingga dapat membantu siswa memahami bahan-bahan pelajaran untuk mereka. Arifin Muzayin, mengingatkan bahwa tanpa metode suatu materi pelajaran tidak akan dapat memproses secara efesien dan efektif dalam pendidikan. Metode sangatlah penting dalam pendidikan, karena dalam melakukan kegiatan belajar mengajar seorang guru menjalankan metode pembelajaran yang beraneka ragam akan membuat sarana kelas menjadi baik dan kelangsungan pembelajaran menjadi nyaman. Khususnya dalam pendidikan Islam.[1]
Proses belajar mengajar adalah suatu proses yang sangat rumit dalam mencapai suatu tujuan dari pembelajaran, karena dalam prmbelajaran banyak hal yang berkaitan termasuk dalam proses belajar mengajar. Proses mengajar juga membutuhkan suatu cara agar apa yang dituju dari pembelajaran tersebut dapat dicapai secara maksimal, karena dalam suatu pembelajaran dalam kelas bukan hanya mengajari satu siswa saja melainkan menyangkut banyak siswa dan setiap siswa tentu memiliki pendekatan yang berbeda-beda agar pembelajaran mudah dipahami.
Dalam memahamkan siswa seorang guru juga harus memiliki dan mengetahui pendekatam yang memang tepat untuk diterapkan. Metode yang biasa digunakan dalam pembelajaran biasanya menggunakan metode seperti metode ceramah, Tanya jawab, diskusi, demonsttrasi, penugasan, resitasi, karya wisata, dan lain-lain.
Metode tanya jawab adalah suatu cara yang digunakan untuk merangsang ingatan siswa dalam memahami materi pelajaran secara cepat dan tepat. Hal tersebut bertujuan agar dalam proses pembelajaran yang menggunakan metode ceramah dapat diingat oleh siswa dan melatih siswa untuk rajin dalam memahami materi yang telah disampaikan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah devinisi metode ?
2.      Apakah pengertian metode tanya jawab ?
3.      Bagaimana langkah-langkah dalam menerapkan metode tanya jawab ?
4.      Apa saja kelebihan dan kekurang metode tanya jawab ?
5.      Bagaimana cara mengatasi kekurangan metode tanya jawab ?

C.    Tujuan Pembahasan
1.      Memahami devinisi metode
2.      Mengetahui pengertian metode tanya jawab
3.      Mengetahui langkah-langkah metode tanya jawab
4.      Mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada dalam metode tanya jawab
5.      Mengetahui cara mengatasi kekurangan metode tanya jawab







BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Metode
Permasalahan yang sering dijumpai dalam pengajaran adalah bagaimana cara menyajikan materi kepada siswa scara baik sehingga diperoleh hasil yang efektif dan efisien. Disamping masalah lainnya yang sering dijumpai adalah kurangnya perhatian guru terhadap variasi penggunaan metode mengajar dalam upaya peningkatan mutu pengajaran secara baik.
Sebagai alternative jawaban terhadap masalah-masalah tersebut sangat diperlukan pengkajian secara kontinuitas dan mendalam tentang metode pengajaran yang digunakan. Sebagai contoh metode ceramah digunakan dalam kegiatan belajar mengajar perlu dikembangkan secara terencana dengan mengimplikasikan model advance organizer yaitu penggunaan bahan pengait dalam pengorganisasian bahan.[2]
Metode ialah istilah yang digunakan untuk mengungkapkan cara yang paling tepat dan cepat dalam melakukan sesuatu. Ungkapan paling tepat dan tepat itulah yang membedakan method dengan way (yang juga berarti cara) dalam bahasa inggris. Karena metode berarti cara yang paling teapt dan tepat, maka urutan kerja dalam suatu kerja harus diperhitungkan secara benar-benar secara ilmiah. Berdasrkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa metode pengajaran adalah cara yang paling tepat dan cepat dalam mengajarkan materi kepada pelajar, agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara maksimal.
Bila membicarakan metode mengajar, umumnya orang menjelaskan lebih dahulu berbagai macam metode mengajar secara umum. Diantara metode tersebut seperti metode ceramah, Tanya jawab, diskusi, demonstrasi, penugasan, resitasi, karya wisata, dan lain-lain.[3]

B.     Pengertian Metode Tanya Jawab   
Metode tanya jawab adalah salah satu tehnik mengajar yang dapat membantu kekurangan-kekurangan yang terdapat pada metode ceramah. Ini disebabkan karena guru dapat memperoleh gambaran sejauh mana murid dapat mengerti dan dapat mengungkapkan apa yang  telah diceramahkan.
Anak didik yang biasanya kurang mencurahkan perhatiannya terhadap pelajaran yang diajarkan melalui metode ceramah akan berhati-hati terhadap pelajaran yang diajarkan melalui metode tanya jawab. Sebab anak didik tersebut sewaktu waktu akan mendapat giliran untuk menjawab suatu pertayaan yang akan diajukan kepadanya.
Sungguh demikian guru jangan beranggapan bahwa dengan metode tanya jawab telah cukup baik, untuk menilai apakah kelas pada umumnya telah belajar dengan baik atau tidak. Hal ini sering menimbulkan anggapan yang salah bahwa dengan seorang guru/pengawas mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada beberapa murid, lalu dijawab oleh murid akhirnya menetapkan kelas yang bersangkutan telah belajar baik atau sebaliknya.
Metode tanya jawab ini tidak dapat digunakan sebagai ukuran untuk menetapkan kadar pengetahuan setiap anak didik dalam suatu kelas, karena metode ini tidak memberi kesempatan yang sama pada setiap murid untuk menjawab pertanyaan.
Metode tanya jawab dapat dipakai oleh guru untuk menetapkan perkiraan secara umum apakah anak didik yang mendapat giliran pertanyaan sudah memahami pelajaran yang diberikan.[4]
Metode tanya jawab sering dipakai oleh para Nabi dan Rasul Allah dalam mengajarkan agama yang dibawanya kepada umatnya. Bahkan para ahli pikir atau filosof pun banyak yang mempergunakan metode tanya jawab ini. Oleh karena itu, metode ini termasuk yang paling tua dalam dunia pendidikan atau pengajaran disamping netode khutbah. Namun efektivitasnya lebih besar dari pada metode-metode yang lain, apalagi dibandingkan dengan metode yang bercorakkan one man show, metode ceramah, khutbah, dan pidato. Karena dengan tanya jawab pengertian dan pengetahuan anak didik dapat lebih dimantapkan, sehingga segala bentuk kesalah pahaman, kelemahan daya tangkap terhadap pelajaran dapat dihindari.
Firman Allah dalam surat an-nahl yang menyatakan bahwa kita hendaknya bertanya kepada orang yang ahli bila memang tidak mengetahui.
Artinya: .... Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. (Q.S. An-Nahl : 43).[5]
Ayat diatas menganjurkan kita untuk bertanya kepada ahliny tentang apa yang tidak kita ketahui, agar tidak sesat dijalan.
Dalam metode tanya jawab, guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan siswa menjawabnya, atau sebaliknya siswa bertanya guru menjelaskan. Dalam proses tanya jawab, terjadilah interaksi dua arah. Guru yang demokratis tidak akan menjawabnya sendiri, tetapi akan melemparkan pertanyaan dari siswa kepada siswa atau kelompok lainnya tanpa merasa khawatir dinilai tidak dapat menjawab pertanyaan itu. Dengan  metode tanya jawab tidak hanya terjadi interaksi dua arah tetapi juga banyak arah. Ketika anak menanyakan tentang bilangan prima, sebagai misal, guru yang demokratis tidak akan menjelaskan sampai tuntas tentang apa itu definisi bilangan prima, dan kemudian memberikan contoh bilangan prima. Dari pertanyaan ini akan muncul beberap orang ayang akan berinteraksi di dalam pertanyaan tersebut.  Dalam penggunaan metode mengajar di dalam kelas, tidak hanya Guru saja yang senantiasa berbicara seperti halnya dengan metode ceramah. melainkan mencakup pertanyaan pertanyaan dan penyumbang ide-ide dari pihak siswa.
Lenyapnya motivasi belajar siswa mungkin berakar penyebab pada keterbatasan metode yang diterapkan guru yang membatasi kemampuan mengasah keterampilan.
Beberapa resep yang bisa dipakai dalam menciptakan hasrat positif yaitu menetapkan siswa secara nyaman, memposisikan siswa yang cocok saat pelajaran berlangsung, meningkatkan partisipasi aktif pribadi siswa dan memakai media yang melahirkan kesan sembari menekankan ilmu pengetahuan serta menyiapkan fasilitator yang telaten dalam menerapkan proses pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan.

C.    Langkah-langkah Metode Tanya jawab
Dalam metode tanya jawab guru pada umumnya berusaha menanyakan apakah siswa telah mengetahui fakta tertentu yang sudah diajarkan, atau apakah proses pemikiran yang dipakai oleh siswa. Sebelum memulai metode tanya jawab hendaknya mempersiapkan langkah-langkahnya terlebih dahulu, supaya metode tanya jawab tersebut hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam pelaksanaan metode tanya jawab sebagai berikut :
1.      Merumuskan tujuan sejelasnya dalam bentuk khusus dan berpusat pada tingkah laku murid.
2.      Mencari alasan mengapa mempergunakan metode tanya jawab.
3.      Menetapkan kemungkinan jawaban pertanyaan tersebut apakah mengandung banyak masalah ataukah hanya terbatas pada jawaban “ya” dan “tidak”.
4.      Menetapkan kemungkinan jawaban untuk menjaga agar tidak menyimpang dari pokok persoalan.[6]
5.      Pendidik harus menyelidiki apakah metode tanya jawab merupakan satu-satunya metode yang paling tepat digunakan.
6.      Pendidik memilih mana diantara jawaban-jawaban yang banyak itu diterima.
7.      Pendidik harus mengajarkan cara-cara pembuktian jawaban, dengan:
a.       Mengemukakan suatu fakta yang dikutip dari buku, majalah, dan lain sebagainya.
b.      Meneliti setiap jawaban dengan menggunakan sumbernya.
c.       Menjelaskan di papan tulis dengan berbagai argumentasinya.
d.      Membandingkan dengan apa yang pernah dilihat oleh peserta didik.
e.       Menguji kebenarannya terhadap orang-orang yang ahli.
f.       Melakukan eksperimen untuk membuktikan kebenaran.[7]
Dalam proses belajar mengajar, bertanya memegang peranan yang penting, sebab pertanyaan yang tersusun baik dengan tekhnik pengajuan yang tepat akan :
a.       Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar.
b.      Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap masalah yang sedang di dibicarakan.
c.       Mengembangkan pola berfikir dan belajar aktif siswa, sebab berfikir itu sendiri adalah bertanya.
d.      Menuntun proses berfikir siswa, sebab pertanyaan yang baik akan membantu siswa agar dapat menentukan jawaban yang baik.
e.       Memusatkan murid terhadap masalah yang sedang dibahas.[8]

D.    Kelebihan Dan Kekurangan Metode Tanya jawab
1.      Kelebihan Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab memiliki kelebihan apabila dilakukan sebagai berikut:
a.       Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk dapat menerima penjelasan lebih lanjut.
b.      Pertanyaan-pertanyaan yang sulit dan agak baik dari peserta didik dapat mendorong pendidik untuk memahami lebih mendalam dan mencari sumber-sumber lebih lanjut.[9]
c.       Sebagai ulangan pelajaran yang telah lalu
d.      Sebagai selingan dalam menjelaskan pelajaran
e.       Untuk merangsang peserta didik agar perhatian mereka lebih terpusat pada masalah yang sedang dibicarakan
f.       Untuk mengarahkan proses berfikir peserta didik
g.      Metode tanya jawab ini dapat memberikan:
a)      Kelas akan menjadi hidup karena siswa dibawa kearah berfikir secara aktif.
b)      Siswa terlatih berani mengemukakan pertanyaan atau jawaban atas pertanyaan yang sudah dilakukan oleh guru.
c)      Dapat mengaktifkan retensi siswa terhadap pelajaran yang telah lalu.[10]
d)     Mengetahui perbedaan pendapat antara siswa dan guru, dan akan membawa kearah suatu diskusi.[11]
h.      Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian peserta didik, sekalipun ketika itu mereka sedang ribut, yang mengantuk kembali tegar dan hilang ngantuknya.
i.        Merangsang peserta didik untuk melatih dan mengembangkan daya pikir, termasuk daya ingat.
j.        Mengembangkan keberanian dan keterampilan peserta didik dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.[12]

2.      Kelemahan/kekurangan metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab selain memiliki kelebihan juga memiliki kekurangan, kekurangan-kekurangan itu adalah sebagai berikut:
a.       Peserta didik akan merasa takut apabila pendidik kurang dapat mendorong siswa untuk berani, dengan menciptakan suasana yang tidak tegang, melainkan akrab.
b.      Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berfikir dan mudah dipahami oleh peserta didik.[13]
c.       Waktu yang digunakan dalam pelajaran tersita dan kurang dapat dikontrol secara baik oleh pendidik karena banyaknya pertanyaan yang timbul dari peserta didik.
d.      Kemungkinan terjadi penyimpangan perhatian peserta didik bila mana terdapat pertanyaan atau jawaban yang tidak berkenan dengan sasaran yang dibicarakan.
e.       Jalannya pengajaran kurang dapat terkoordinir secara baik, karena timbulnya pertanyaan-pertanyaan dari peserta didik yang mungkin tidak dapat dijawab secara tepat, baik oleh pendidik maupun oleh peserta didik.[14]
f.       Mungkin terjadi perbedaan pendapat antara pendidik dan peserta didik. Hal ini terjadi karena pengalaman peserta didik berbeda dengan pendidik. Jika hal ini terjadi pendidik dan peserta didik harus dapat membuktikan kebenaran jawaban-jawabannya.
g.      Apabila peserta didik terlalu banyak tidak cukup waktu untuk memberi giliran kepada setiap peserta didik.[15]

E.     Cara Mengatasi kelemahan Metode Tanya Jawab
Berikut ini adalah cara-cara dimana seorang pendidik dapat mengatasi kelemahan atau kekurangan dari metode tanya jawab, agar pada saat penggunaan metode tanya jawab suasana kelas dapat dikoordinir dengan baik dan benar.
1.    Jumlah siswa dalam satu kelas tidak boleh lebih dari 40 orang siswa, agar pertanyaan guru dapat dijawab oleh sebagian besar siswa.
2.    Siswa  yang  tidak  aktif  harus  diminta  mengulangi  jawaban  siswa  yang benar,  jika  dia  dapat mengulangi  jawaban  temannya  tadi  dengan  benar, maka dia harus diberi penguatan positif agar ia tertarik dan ikut aktif.
3.    Guru harus terampil dalam mengemukakan pertanyaan.
4.    Pertanyaan-pertanyaan  harus  disusun  mulai  dari  yang  mudah  sampai dengan  yang  sukar  agar  siswa  yang  kurang  pintar  dapat  pula menjawab pertanyaan-pertanyaan  untuk mengetahui  tingkat  penguasaan  siswa  terhadap materi yang diajarkan.















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Metode ialah istilah yang digunakan untuk mengungkapkan cara yang paling tepat dan cepat dalam melakukan sesuatu. Ungkapan “paling tepat dan tepat itulah yang membedakan method dengan way (yang juga berarti cara) dalam bahasa inggris.
Dengan menggunakan metode guru dapat lebih mudah dalam menyampaikan materi yang disampaikan dan dapat memudahkan siswa dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru.
Metode tanya jawab ialah penyampaian pesan pengajaran dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan siswa memberikan jawaban atau sebaliknya siswa diberikan kesempatan bertanya dan guru menjawab pertanyaan. Dalam kegiatan belajar mengajar melalui tanya jawab, guru memberikan pertanyaan-pertanyaan atau siswa diberikan kesempatan untuk bertanya terlebih dahulu pada saat dimulai pelajaran, pada saat pertengahan dan pada akhir pelajaran.
Metode tanya jawab juga salah satu teknik mengajar yang dapat membantu kekurangan-kekurangan yang terdapat pada metode ceramah. Hal ini disebabkan karena guru dapat memperoleh gambaran sejauh mana murid dapat mengerti dan memahami apa yang telah disampaikan.












[1] Nurhasanah Bakhtiar, di Pendidikan Agama Islam Perguruan Tinggi Umum, (Sleman Yogyakarta: Aswaja Pressindo, 2013), cet, ke-1, hlm 180.
[2] M. Basyrudin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta Selatan: Ciputat Press, 2002), hlm. 31.
[3] Ahmad Tafsir, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1995), hlm 9.
[4] Zakiah Darajat,Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam,(Bumi Aksara: Jakarta 2011), cet ke-5 hlm 307.
[5] M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, Tinjauan Teoretis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner, (jakarta: Bumi Aksara, 2011), hlm. 75.
[6] Winarno Surachmad, Metodologi Pengajaran Nasional, (Bandung: C.V. Jemmars, 1976), hlm, 83.
[7] Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2010), cet ke-6, hlm 310.
[8] J.J. Hasibuan, Moedjiono, Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2002), cet ke-9, hlm 14.
[9] Ramayulis, Op Cit, hlm, 311.
[10] M. Basyriuddin Usman, Op Cit, hlm.43.
[11] Winarno Surachmad, Op Cit, hlm, 82.
[12] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010), cet, ke-4, hlm. 95.
[13] Ibid, hlm. 95.
[14] M. Basyriuddin Usman, Loc Cit.
[15] Ramayulis, Op Cit, hlm, 312.

No comments:

Post a Comment