METODE
DISKUSI
DAFTAR ISI
JUDUL
KATA
PENGANTAR....................................................................................... 2
DAFTAR
ISI....................................................................................................... 3
BAB I
PENDAHULUAN................................................................................... 4
A.
Latar belakang........................................................................................... 4
B.
Rumusan Masalah..................................................................................... 4
C.
Tujuan Pembahasan................................................................................... 4
BAB II
PEMBAHASAN.................................................................................... 5
A.
Pengertian Metode Diskusi....................................................................... 5
B.
Hal-hal
yang Harus Diperhatikan dalam Menggunakan Metode Diskusi. 5
C.
Langkah-langkah
Metode Diskusi............................................................ 7
D.
Kelebihan
dan Kekurangan Metode Diskusi............................................ 8
E.
Cara
Mengatasi Dampak Negatif dalam Metode Diskusi......................... 9
BAB III PENUTUP............................................................................................ 11
A. Kesimpulan................................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Metode
sebagai salah satu komponen yang ikut ambil bagian bagi keberhasilan kegiatan
belajar megajar. Pada dasarnya semua metode semua baik namun pelaksanaannya
semua bergantung pada guru. Metode yang kurang baik ditangan seorang guru dapat
menjadi metode yang baik sekali di tangan guru yang lain begitu pula
sebaliknya. Jadi sangat jelas bahwa guru sangat berperan dalam memilih dan menggunakan
metode mengajar yang baik.
Salah
satu metode pembelajaran yang digunakan adalah metode diskusi. Metode diskusi
merupakan metode yang membuat siswa aktif karena semua siswa aktif karena semua siswa memperoleh kesempatan
berbicara atau berdialog satu sama lain untuk bertukar pikiran mendapat
informasi tentang suatu topik masalah, atau mencari kemungkinan fakta dan
pembuktian yang dapat digunakan bagi pemecahan suatu masalah. Dengan
menggunakan metode diskusi dalam pembelajaran PAI diharapkan agar siswa lebih
aktif dalam belajar, sehingga lebih bergairah dan bersemangat dalam mempelajari
PAI serta dapat mengaplikasikannya dlam kehidupan sehari-hari.
B. Rumusan Masalah
1.
Apakah pengertian dari metode
diskusi?
2.
Bagaimanakah langkah-langkah
metode diskusi?
3.
Apa saja kelebihan dan kelemahan
dari metode diskusi?
4.
Bagaimana cara mengatasi
kekurangan atau pengembangan dalam pembelajaran PAI?
C. Tujuan Pembahasan
1.
Untuk mengetahui pengertian dari
metode diskusi.
2.
Memahami langkah-langkah metode
diskusi.
3.
Menyebutkan kekurangan dan
kelemahan metode diskusi.
4.
Mengetahui cara mengatasi
kekurangan metode diskusi atau pengembangan dalam pembelajaran PAI.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Metode Diskusi
Metode
secara etimologis berasal dari met dan
hodes yang berarti melalui. Sedangkan
menurut istilah metode adalah jalan atau cara yang harus ditempuh untuk
mencapai suatu tujuan. Kata “discuss” berasal
dari bahasa latin yaitu “discussus” yang
berarti “to examine”, “investigate” (memeriksa,
menyelidiki). Sedangkan menurut istilah diskusi adalah
suatu percakapan ilmiah oleh beberapa yang tergabung dalam satu kelompok
untuk saling bertukar pendapat tentang sesuatu masalah atau bersama-sama
mencari pemecahan mendapatkan kebenaran atas suatu masalah.[1]
Dalam pengertian yang umum diskusi ialah suatu proses yang melibatkan dua atau
lebih individu yang berintegrasi secara verbal dan saling berhadapan muka
mengenal tujuan atau sasaran yang suda tertentu melalui cara tukar menukar
informasi , mempertahankan pendapat atau pemecahan masalah.[2]
Dalam diskusi
tiap orang diharapkan memberikan sumbangan pendapat sehingga seluruh kelompok
kembali dengan pemahaman yang samadalam suatu keputusan atau kesimpulan.[3]
Dari pengertian di atas dapat diambil pengertian bahwa metode diskusi adalah
suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan
kesempatan kepada para siswa (kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan
perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau
menyusun berbagai alternatif pemecahan atas suatu masalah.
B.
Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Dalam
Menggunakan Metode Diskusi.
1.
Guru
mengemukakan masalah yang akan didiskusikan dan memberikan pengarahan
seperlunya, dapat pula pokok masalah yang akan didiskusikan ditentukan
bersama-sama oleh guru dan siswa. Yang terpenting dalam menentukan topik
bahasan harus jelas agar dapat dimengerti dan dipahami oleh peserta diskusi.
2.
Dengan pimpinan
guru para siswa membentuk kelompok-kelompok diskusi (misalnya membentuk: ketua,
sekretaris, dan moderator), mengatur tempat duduk, ruangan, sarana dan
sebagainya. Pimpinan diskusi sebaiknya di tangan siswa yang:
a)
Lebih memahami
masalah yang akan didiskusikan.
b)
Berwibawa dan
disenangi oleh teman-temannya.
c)
Lancar
berbicara.
d) Dapat bertindak tegas dan demokratis.
Peranan pemimpin diskusi antara lain:
1)
Pimpinan
diskusi sebagai pengatur lalu lintas diskusi maksudnya pimpinan diskusi
berperan sebagai penengah untuk mengatur jalan, arus dan arah pendapat
dariorang agar tidak terjadi kesimpangsiuran, tabrakan ataupun pembicaran yang
tidak menuju pada pokok diskusi.
2)
Pimpinan
diskusi sebagai dinding penangkis. Setiap kali pemimpin diskusi menerima
pertanyaan-pertanyaan dari para peserta diskusi, ia harus segera menilai mana
yang perlu dipantulkan kembali kepada kelompok, sehingga tidak terjadi
tanya-jawab antara pemimpin diskusi dengan sejumlah kecil anggota diskusi saja.
3)
Pimpinan
diskusi sebagai penunjuk jalan. Memberikan petunjuk-petunjuk umum mengenai
kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh kelompok (kemajuan-kemajuan diskusi).
3.
Para siswa
berdiskusi dalam kelompok, sedangkan guru menjaga ketertiban dan dapat
memberikan dorongan dan bantuan sepenuhnya agar setiap anggota kelompok dapat
berpartisipasi aktif dan agardiskusi berjalan lancar.
4.
Jenis
dan sifat pertanyaan yang layak untuk didiskusikan ialah yang:
a.
Menarik
minat anak didik yang sesuai dengan tarafnya.
b.
Mempunyai
kemungkinan-kemungkinan jawaban lebih dari sebuah yang dapat dipertahankan
kebenarannya.
c.
Pada
umumnya tidak menanyakan “manakah jawaban yang benar” tetapi lebih mengutamakan
penalaran yang mempertimbangkan.
d.
Guru
membimbing diskusi agar sampai kepada suatu kesimpulan, perlu ada keterampilan
mengumpulkan hasil-hasil pembicaraan.[4]
C.
Langkah-langkah Metode Diskusi
1.
Persiapan
perencaaan diskusi
a.
Tujuan
diskusi harus jelas, agar pengarahan diskusi lebih terjamin.
b.
Peserta
diskusi harus memenuhi persyaratan tertentu, dan jumlahnya disesuaikan dengan
sifat diskusi itu sendiri.
c.
Penentuan
dan perumusan masalah yang akan didiskusikan harus jelas.
d.
Waktu
dan tempat diskusi harus tepat, sehingga tidak akan berlarut-larut.
2.
Pelaksanaan
diskusi
a.
Membuat
struktur kelompok.
b.
Membagi-bagi
tugas dalam diskusi.
c.
Merangsang
seluruh peserta untuk berpartisipasi.
d.
Mencatat
ide-ide atau sran-saran yang penting.
e.
Menghargai
setiap pendapat yang diajukan peserta.
f.
Menciptakan
situasi yang menyenangkan.
3.
Tindak
lanjut diskusi
a.
Membuat
kesimpulan atau laporan diskusi.
b.
Membacakan
kembali hasilnya untuk diadakan koreksi seperlunya.
c.
Membuat
penilaian terhadap pelaksanaan diskusi tersebut untuk dijadikan bahan
pertimbangan dan perbaikan pada diskusi-diskusi yang akan datang.
D.
Kelebihan dan Kekurangan Metode Diskusi
1.
Kelebihan
metode diskusi
Beberapa kelebihan
dalam metode diskusi dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
a.
Merangsang
kreativitas peserta didik dalam membentuk ide, gagasan dan terobosan baru dalam
pemecahan suatu masalah.
b.
Merangsang
siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri, menyetujui atau menentang
pendapat teman-temannya.
c.
Memperluas
wawasan.
d.
Membina
untuk terbiasa musyawarah mufakat dalam memecahkan masalah.
e.
Memberi
kesempatan kepada siswa untuk memperoleh penjelasan-penjelasan dari berbagai
sumber data.
f.
Memberi
kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem
bersama-sama.
g.
Membina
suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat, kesimpulan atau
keputusan yang akan atau yang telah diambil.
h.
Berdiskusi
bukan hanya menuntut pengetahuan, siap dan kefasihan berbicara secara
sistematis dan logis.
i.
Dengan
mendengarkan semua keterangan yang dikemukakan oleh pembicara, pengetahuan dan
pandangan siswa mengenai suatu problem akan bertambah luas.
j.
Membina
siswa utuk berpikir matang-matang sebelum berbicara.
2.
Kelemahan
metode diskusi
a.
Tidak
semua topik dapat dijadikan metode diskusi, hanya hal-hal yang bersifat
problematis saja yang dapat didiskusikan.
b.
Diskusi
yang mendalam memerlukan banyak waktu.
c.
Sulit
untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi.
d.
Biasanya
tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang
karena menunggu siswa mengemukakan pendapat.
e.
Pembicara
dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa
berbicara. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk
berbicara.
f.
Pembicaraan
terkadang menyimpang, sehingga memerlukan waktu yang panjang.
g.
Memungkinkan
timbulnya rasa permusuhan antarkelompok lain sebagai saingan, lebih rendah,
remeh atau lebih bodoh.
h.
Tidak
dapat dipakai pada kelompok yang besar.
i.
Peserta
mendapat informasi yang terbatas.
E.
Cara Mengatasi Dampak Negatif dalam
Metode Diskusi
Untuk
mengatasi kelemahan dari metode diskusi terutama dalam pembelajaran PAI
hendaknya melakukan beberapa hal, sebagai berikut:
1. Agar diskusi dapat berjalan lancar
sebaiknya memilih pemimpin diskusi yang cerdas atau profesional. Sehingga dalam
diskusi tidak terjadi hal yang mengganggu jalannya diskusi misalnya apabila
terjadi pembicaraan yang menyimpang dari materi pemimpin diskusi bisa langsung
menengahi atau meluruskan.
2. Dalam mempersiapkan materi atau
topik yang akan didiskusikan harus
diperhatikan jelas atau tidaknya masalah dan tujuan yang dirumuskan.
3. Agar menumbuhkan partisipasi
setiap anggota dalam mengikuti diskusi sebaiknya peserta didik diberikan
motivasi agar semangat dalam mengikuti diskusi dan bisa pula diberikan
penghargaan atau reward bagi setiap peserta didik yang telah berpartisipasi
atau memberikan pendapat. Penghargaan yang diberikan bisa berupa nilai dan
lain-lain.
4. Jika dalam diskusi terjadi hal
seperti siswa yang biasa berbicara saja selalu menyampaikan pendapatnya
sebaiknya guru memberikan pengertian kepada siswa yang sudah biasa berbicara
untuk memberikan kesempatan kepada teman yang lainnya, misalnya dengan membantu
peserta didik lain yang malu atau pendiam.
5. Mengusahakan masalahnya supaya
problematik dan merangsang siswa berpikir.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari pembahasan yang
telah dibahas pada bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan bahwa metode diskusi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana
guru memberikan kesempatan kepada para siswa
(kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna
mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif
pemecahan atas suatu masalah.
Adapun langkah yang harus dilakukan
agar dapat melakukan metode diskusi adalah yang pertama melakukan persiapan perencaaan diskusi, setelah persiapan dilakukan
maka dilanjutkan dengan pelaksanaan diskusi dan diakhiri dengan tindak lanjut
diskusi.
Dalam setiap metode
terdapat kelebihan dan kekurangannya masing-masing, semua tergantung pada
seorang pendidik dalam menjalankan tugasnya.
Cara mengatasi
kelemahan metode diskusi terutama dalam pembelajaran PAI tentunya seorang
pendidik harus memberikan motivasi dan penghargaan pada setiap pendapat yang
disampaikan peserta didik, sehingga peserta didik semakin semangat dalam
menjalankan metode diskusi.
DAFTAR PUSTAKA
Darajat,
Zakiah, dkk., 1981. Metodik Khusus
Pegajaran Agama Islam. Jakarta: Kelembagaan
Agama Islam.
Ramayulis. 2012.
Metologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta:
Kalam Mulia.
Sabri, Ahmad.
2005. Strategi Belajar Mengajar Micro Teaching. Jakarta: Quantum Teaching.
Subroto, Suryo.
2009. Proses Belajar Mengajar Disekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
[1]
B.Suryo Subroto, Proses Belajar
Mengajar Disekolah., (Rineka Cipta: Jakarta, 2009), hlm. 167.
[2]
Ramayulis, Metologi Pendidikan Agama Islam, ( Kalam
Mulia: Jakarta, 2012), hlm. 321.
[3] Ahmad Sabri, Strategi Belajar Mengajar Micro Teaching, (Quantum
Teaching: Jakarta, 2005), hlm. 56.
[4] Zakiah Darajat, dkk., Metodik Khusus Pegajaran Agama Islam, (Kelembagaan
Agama Islam: Jakarta, 1981), hlm. 229.
1.Agen Casino Live22 Terpercaya – AGENBETTINGASIA
ReplyDelete2.Daftar Dan Menangkan Jackpot LIVE22
3.BANDAR BOLA TERBAIK DAN TERPERCAYA
4.CARA AMPUH HACK SLOT ONLINE BERHASIL 100% MENGUNTUNGKAN BESAR – AGENBETTINGASIA
5.Tips Dan Trick Hacking Mesin Judi Online Slot Live22 Menang Trus Dan ANTI-GAGAL – AGENBETTINGASIA
6.BANDAR BOLA TERBAIK DAN TERPERCAYA
7.Cara Menang Main Slot Online Terjitu – AGENBETTINGASIA
8.Cari Duit Gratis Sangat Mudah Dengan Bermain Slot Game Ace333 Di ASIANBET77
9.RAHASIA MENANG JUDI BOLA ONLINE
10.Cara Hack Slot Online Live22 Indonesia – AGENBETTINGASIA
11.Rahasia Selalu Menang Slot Joker Part 1
12.Tips Memilih Agen Slot Live22 Yang Penting Untuk Di Ingat
13.Cara Menang Tips Dan Trick Menang Judi Slot Online Live22 Setiap Hari – AGENBETTINGASIA
14.Cara Gampang Menang Meraih Jackpot Pada Games Slot Online Live22
15.Rahasia Menang Queen Femida Di Slot Live22
16.Situs Resmi Agen Joker123 Terpercaya
17.CARA MENANG SLOT ONLINE
18.CARA MENANG JACKPOT SLOT ONLINE LIVE22 – AGENBETTINGASIA