BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Dalam proses
belajar mengajar di kelas terdapat keterkaitan yang erat antara guru, siswa,
kurikulum, sarana dan prasarana. Guru ataupun peserta didik memp[unyai tugas
untuk memilih model pelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang di sampaikan
demi terciptanya tujuan pendidikan. Sampai saat ini masih banyak di temukan
kesulitan-kesulitan yang di alami siswa didalam mempelajari pelajaran.
Menurut
Sobel dan Maletsky (2001:1-2) banyak sekali guru yang menggunakan waktu
pelajaran dengan kegiatan membahas tugas-tugas lalu, member pelajaran baru,
member tugas kepada siswa. Pembelajaran seperti diatas yang rutin dilakukan
hamper tiap hari dapat di kategorikan sebagai 3M, yaitu membosankan,
membahayakan, dan merusak minat seluruh siswa. Apa bila pembelajaran seperti
ini terus dilaksanakan maka kompetensi dasar dan indicator pembelajaran tidak
akan dapat tercapai secara maksimal. Sebagian generasi penerus bangsa adalah
pelajar atau siswa yang perlu mendapat pembinaan secara tepat dan terarah.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian pemecahan masalah?
2. Bagaimana langkah-langkah pemecahan masalah?
3. Apakahkelebihan dan kekurangan pendekatan pemecahan masalah?
4. Bagaimana cara mengatasi kekurangan/ pengembangannya dalam pembelajaran
PAI?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian metode
pemecahan masalah
2. Untuk dapat mengetahui langkah-langkah metode pemecahan
masalah
3. Untuk dapat mengetahui kelebihan
dan kekurangan pendekatan pemecahan masalah
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Metode Pemecahan Masalah
Belajar melalui pendekatan pemecahan masalah di
tunjukkan pada pengembangan generalisasi-generalisasi yang akan membantu
individu untuk memecahkan masalah-masalah yang di kemukakannya. Pendekatan ini
di senangi oleh banyak ahli pendidikan,
karena mereka mengakui bahwa pemecahan masalah merupakan bentuk belajar yang
paling tinggi tingkatannya. Proses pemecahan masalah menghasilkan lebih banyak
prinsip yang dapat membantu pemecahan masalah selanjutnya.
Berdasarkan
beberapa pengertian tentang masalah yang telanh dikemukakan diatas, dapat
dikatakan bahwa metode pemecahan masalah (problem
solving) adalah suatu cara menyajikan pelajaran dengan mendorong peserta didik untuk mencari dan
memecahkan suatu masalah/persoalan dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran.
Metode ini diciptakan oleh seorang ahli didik berkebangsaan amerika yang
bernama john dewey. Metode ini dinamakan (problem
method).
Metode
pemecahan masalah adalah suatu cara menyajikan pelajaran dengan mendorong
peserta didik untu mencari dan memecahkan suatu masalah/persoalan dalam rangka
pencapaian tujuan pengajaran. Metode ini di ciptakan oleh seorang ahli didik
berkebangsaan amerika yang bernama Jhon Dewey.metode ini dinamakan problem method. Sedangkan crow &
crow dalam bukunya Human Development And
Learning, mengemukakan nama metode ini dengan problem solving method.
Sebagai
prinsip dasar dalam metode ini adalah perlunya aktifitas dalam mempelajari
sesuatu. Timbulnya aktivitas peserta didik kalua sekiranya pendidik menjelaskan
manfaat bahan pelajaran bagi peserta didik dan massyarakat. Dalm bukunya school
and society john dewey mengemukakan bahwa keaktifan pesetra didik disekolah
harus bermakna artinya keaktifan yang disesuaikan dengan pekerjaan yang biasa
dilakukan dalm masyarakat.
Untuk memecahkan suatu masalah jhon dewey mengemukakan
sebagai berikut :
1. Mengemukakan persoalan/ masalah.
Pendidik menghadapkan maslah yang akan dipecahkan kepada peserta didik.
2. Memperjelas persoalan atau masalah.
Masalah tersebut dirumuskan oleh pendidik bersama peserta didiknya.
3. Melihat kemungkinan jawaban peserta
didik bersama pendidik mencari kemungkinan-kemungkinan yang akan dilaksanakan
dalam pemecahan persoalan
4. Mencoba kemungkinan yang dianggap
menguntungkan.pendidik menetapkan cara pemecahan masalah yang dianggap paling
tepat
5. Penilaian. Cara yang ditempuh dinilai,
apakah dapat mendatangkan hasil yang diharapkan atau tidak.
B.
Langkah-Langkah Pelaksanaan Metode Pemecahan Masalah
Pendekatan problem solving adalah suatu
metode pembelajaran yang memusatkan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan
masalah, yang didikuti dengan penguatan keterampilan (K.L.Pepkin,2004:1).
Menurut polya (dalam suhaerman dkk.2003) solusi soal pemecahan masalah memuat
empat lagkah fase penyelesaian, yaitu:
1. memehami masalah
2. merencanakan penyelesaian
3. me nyelesaikan masalah sesuai rencana
4. melakukan pengecekan kembali terhadap
semua langkah yang telah dikerjakan.
Langkah-langkah pelaksanaan metode pemecahan masalah
adalah:
1.Persiapan
a) Bahan-bahan yang akan dibahas terlebih
dahulu disiapkan oleh pendidik.
b) Pendidik menyiapkan alat-alat yang
dibutuhkan sebagai bahan pembantu dalam memecahkan persoalan
c) Pendidik memberikan gamabaran secara
umum tentang cara-cara pelaksanaannya
d) Problem yang disajikan hendaknya jelas
dapat merangsang peserta didik untuk berfikir
e) Problem harus bersifat praktis dan
sesuai dengan kemapuan peserta didik
2. Pelaksanaan
a) Pendidik menjelaskan secara umum,
tentang maslah yang dipecahkan.
b) Pendidik meminta kepada peserta didik
untuk mengajukan pertanyaan tentang tugas yang akan dilaksanakan
c) Perta didik dapat bekerja secara
individual atau kelompok.
d) Mungkin peserta didik dapat menemukan
pemecahannya dan mungkin pula tidak
e) Kalau pemecahannya tidak ditemuka oleh
peserta didik kemudian diskusiakan mengapa pemecahannya tidak ditemui
f) Pemecahan masalah dapat dilaksanakan
dengan :fikiran
g) Data diusahakan megumpulkan
sebanyak-banyaknya untuk analisa sehingga dijadika fakta
h) Membuat kesimpualan.
C.
Kelebihan Dan Kekurangan Pendekatan Pemecahan
Masalah
Kelebihan pemecahan maslah :
1.
Melatih
peserta didik untuk menghadapi problema –problema atau situasi-situasi yang
timbul secara spontan
2.
Peserta
didik menjadi aktif dan berinisiati sendri serta bertanggung jawab sendiri.
3.
Pendidikan
disekolah relefan dengan kehidupan
4.
Sukar
sekali menentukan massalah yang benar-benar cocok dengan tingkat kemampuan
peserta didik.
Kekurangan pemecahan masalah:
1. Memerlukan waktu yang lama.
2. Peserta didik yang pasif dan malas akan
tertinggal.
3. Sukar sekali untuk mengorganiasasikan
bahan pelajaran
D.
Cara Mengatasi Kekurangan /Pengembangannya Dlam
Pembelajaran PAI
Untuk
bisa memecahkan permaslahan/kekurang dengan baik dalam pembelajaran diperlukan
beberapa kreteria:
1. Tingkat perkembangan kongnitif (developmentstage)
2. Persyaratan pengetahuan artinya
seseorang harus memiliki konsep yang relevan serta mampu mengkobinasikan
prinsip yang telah dipelajari
3. Kadar itelegansi artinya memiliki
kemampuan berfikir logis dan konseptual
4. Pleksible artinya seorang mampu mengaplikasikan
solusi yang tidak using atau baru mampu menggunakan sesuatu yang biasa kedalam
cara yang tidak biasa
Dalam
mengembangkan tehnik kreativitas (problem soulving) menurut klausmeier torance,
yellon,pendidik dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Mendorong kreativitas dengan
memanfaatkan banyak media dalam pembelajaran
b. Mendorong penemuan yang dilakukan
sendiri oleh peserta didik dan
mengevaluasi
c. Ikat evaluasi dengan sebab akibat
artinya dalam menghargai dan menghambat prilaku yang tidak disukai pendidik
jangan melakukannyan dengan mengatakan bahwa ini baik dan buruk. Akan tetapi
katakana misalnya saya suka ini karena…… atau ini bisa ditingkatkan dengan dan
sebagainya.
d. Menghargai perbedaan individual
e. Pendidik terutama sekali haruslah menjadi
model berprilaku yang kreatif.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Pendekatan
problem solving adalah suatu metode pembelajaran yang memusatkan pada
pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah, yang didikuti dengan penguatan
keterampilan (K.L.Pepkin,2004:1). Menurut polya (dalam suhaerman dkk.2003)
solusi soal pemecahan masalah memuat empat lagkah fase penyelesaian, yaitu:
1. memehami masalah
2. merencanakan penyelesaian
3. me nyelesaikan masalah sesuai rencana
4. melakukan pengecekan kembali terhadap
semua langkah yang telah dikerjakan.
Kelebihan pemecahan maslah :
1. Melatih peserta didik untuk menghadapi
problema –problema atau situasi-situasi yang timbul secara spontan
2. Peserta didik menjadi aktif dan
berinisiati sendri serta bertanggung jawab sendiri.
3. Pendidikan disekolah relefan dengan
kehidupan
4. Sukar sekali menentukan massalah yang
benar-benar cocok dengan tingkat kemampuan peserta didik.
Kekurangan pemecahan masalah:
1. Memerlukan waktu yang lama.
2. Peserta didik yang pasif dan malas akan
tertinggal.
3. Sukar sekali untuk mengorganiasasikan
bahan pelajaran
DAFTAR PUSTAKA
Ramayulis, Metodik Khusus Pendidikan Agama,
Fakultas tarbiyah IAIN imam bonjol batusangkar, 1996
Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam,
Jakarta:Kalam Mulia,1990
Sudirman, et.al,. Ilmu Pendidikan, bandung : CV. Remaja
Karya, 1987
Tugas kelompok 11
METODE PEMECAHAN MASALAH
(Disusun Untuk
Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Metode Khusus Pembelajaran PAI)
Disusun Oleh :
Defi Hariani : 1311010351
Sinta Desi Saputri :
1311010353
Jur/Sem/Kel : PAI/IV/G
Dosen
Pembimbing : Siti Zulaikhah, S.Ag, M.Ag

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS
TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI (IAIN) RADEN INTAN
LAMPUNG
2015
Assalamualaikum wr.wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas
segala limpahan rahmat, inayah,
taufik dan karuniannya yang telah
melimpahkan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas “mata
kuliah metode khusus pembelajaran PAI”
Dalam
penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang dihadapi. Namun
saya menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat
bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang
dihadapi bias dihadapi. Agar
makalah ini lebih sempurna, maka kami berharap kepada semua pihak agar
memberikan pemikiran, kritik dan saran
yang positif demi kesempurnaan makalah ini.
Wassalamualaikum.wr.wb
Bandar Lampung, Mei 2015
Penyusun
|
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL......................................................................................... i
KATA PENGANTAR...................................................................................... ii
DAFTAR ISI..................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
a.Latar Belakang...................................................................................... 1
b.Rumusan Masalah................................................................................. 1
c. tujuan................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
a. Data
Hasil Wawancara...................................................................... 2
b. Tanggapan
Penulis Dari Hasil Wawancara ....................................... 3
c. Kelebihan Dan Kekurangan Pendekatan
Pemecahan Masalah ........ 5
d. Cara Mengatasi Kekurangan
/Pengembangannya Dlam
Pembelajaran
PAI.............................................................................. 5
BAB III. PENUTUP
a. Kesimpulan........................................................................................ 7
DAFTAR PUSTAKA
|
No comments:
Post a Comment